Yang dimaksud “ilham” adalah ilmu dan cahaya pengetahuan
yang datang dari Allah, cahaya yang membuat hati lapang dan bersinar terang.
Dengannya, hati bisa melihat kebenaran sebagai kebenaran dan kebatilan sebagai
kebatilan. Ilham ini juga merupakan penampakan Ilahi yang masuk ke dalam hati
meski seorang hamba tidak merasakannya karena keburukan sifat-sifat
kemanusiaanya. Terkadang, ilham disebut juga dengan hal (keadaan batin).
Semuanya datang kepadamu agar kau bisa menuju ke hadirat Ilahi. Namun, untuk
sampai ke hadirat Allah, hati harus bersi dan suci dari segala kotoran.
Wednesday, October 7, 2015
Tuesday, October 6, 2015
Amal yang Paling Diterima
Tiada amal yang lebih berpeluang diterima daripada amal yang
tidak kau sadari dan tidak berarti di matamu.
“Amal yang tidak kau sadari” adalah amalmu yang kau yakini
dibimbing dan dilakukan oleh Allah. Tanpa Allah, niscaya amal itu tidak akan
kau lakukan.
“Amal yang tidak berarti di matamu” ialah amal yang tidak
kau jadikan sandaran untuk meraih sebuah keinginan, seperti keinginan untuk
bisa sampai kepada Allah dan dekat dengan-Nya atau keinginan mendapatkan
derajat dan kedudukan tinggi. Bahkan, kau masih memandang amal itu kurang
sempurna dan tidak terbebas dari cacat yang membuatnya sulit diterima Allah.
Tidak ada dosa kecil jika kau dihadapkan pada keadilan-Nya dan tidak ada dosa besar jika kau di hadapkan pada karunia-Nya.
Ketika keadilan Allah berbicara, semua dosa adalah besar.
Keadilan Allah adalah kuasa-Nya untuk melakukan apa saja, tanpa ada yang bisa
menahan dan melarang-Nya. Jika sifat adil Allah muncul di hadapan orang yang
dibenci-Nya, kebaikan-kebaikan orang itu akan diabaikan dan dosa-dosa kecilnya
akan dipandang besar.
Adapun karunia Allah adalah pemberian-Nya tanpa berharap
balasan dan ganti. Jika karunia itu diberikan kepadamu, dosamu akan menjadi
kecil. Jika sifat murah hati-Nya muncul dihadapan orang yang dicintai-Nya,
semua kesalahan dan keburukannya akan diabaikan, sedangkan dosa besarnya akan
dipandang kecil.
Oleh sebab itu, asy-Syadzili kerap berdoa,” Ya Allah,
jadikan keburukan kami keburukan orang-orang yang Kau cintai dan jangan jadikan
kebaikan kami kebaikan orang yang Kau benci”
Jangan sampai dosa yang kau anggap besar menghalangimu berbaik sangka kepada-Nya. Siapa yang mengenal Tuhannya akan menganggap dosanya kecil jika dibandingkan dengan kemurahan-Nya.
Jangan kau anggap dosa yang kau lakukan itu besar dan tidak
mungkin diampuni sehingga putus asa dari rahmat Tuhanmu. Anggapan semacam itu
termasuk sikap tercela dan dapat merusak keimanan. Sikap itu bahkan lebih buruk
daripada dosa yang kau lakukan.
Hal itu mencerminkan ketidaktahuanmu tentang Tuhanmu dan
memperlihatkan bahwa kau mengandalkan diri sendiri dihadapan Tuhanmu. Siapa
yang mengenal Tuhannya dengan baik tentu akan mengetahui dosa apa saja yang
tidak ada ampunan dan maafnya.
Lain halnya jika anggapan itu mendorong pelakunya untuk
bertobat dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Ini adalah anggapan yang
terpuji dan merupakan tanda keimanan seorang hamba.
Bin Mas’ud berkata, “ Seorang mukmin melihat dosa seperti
melihat gunung yang besar. Ia takut dosa itu runtuh menimpanya. Sementara itu,
seorang pendosa melihat dosa seperti melihat seekor lalat yang hinggap di
hidungnya. Ketika ia menepisnya, lalat itu pun terbang dan hinggap kembali.”
Ada yang berkata ,” Semakin ketaatan seseorang dianggap
kecil ia semakin besar di sisi Allah. Semakin maksiat dianggap besar maka ia
akan semakin kecil di sisi-Nya.”
Sunday, October 4, 2015
Tanda-tanda Matinya Hati
Diantara tanda matinya hati adalah tidak adanya perasaan
sedih atas ketaatan yang kau lewatkan dan tidak adanya perasaan menyesal atas
kesalahan yang kau lakukan.
Tanda hidupnya hati ialah memancarnya cahaya Ilahi dari
hatimu meskipun kau belum mendapatkan cahaya itu karena tebalnya hijabmu.
Kesedihanmu atas ketaatan yang terlewatkan dan penyesalanmu
atas kesalahan yang telah kau lakukan, atau kebahagiaanmu atas amal-amal baikmu
dan kesedihanmu atas amal-amal burukmu membuktikan bahwa kau termasuk ahli
iradah (orang yang dikehendaki dan dicintai Allah). Oleh karena itu, giatlah
dalam beramal saleh dan jangan malas.
ZIkir adalah Jalan Terdekat menuju Allah
Janganlah kau meninggalkan zikir (mengingat Allah) hanya
karena ketidakhadiran hatimu di hadapan Allah saat berzikir. Kelalaianmu dari
zikir kepada-Nya lebih buruk daripada kelalaianmu di saat berzikir kepada-Nya.
Semoga Allah berkenan mengangkatmu dari zikir yang disertai kelalaian menuju
zikir yang disertai kesadaran, dari zikir yang di sertai kesadaran menuju zikir
yang disertai hadirnya hati, dari zikir yang disertai hadirnya hati menuju
zikir yang mengabaikan selain yang diingat (Allah). “Dan yang demikian itu bagi
Allah tidaklah sukar.” (QS- Ibrahim :20)
Biasakan selalu berzikir karena zikir adalah jalan terdekat
menuju Allah dan tanda wujud kekuasaan-Nya. Siapa yang diberi kesempatan
berzikir berarti ia telah diberi sebagian kekuasan-Nya. Oleh karena itu, jangan
tinggalkan zikir. Jangan kau tinggalkan zikir lantaran merasa tidak bisa
berkonsentrasi saat zikir akibat terlalu disibukan dengan bisikan-bisikan setan
dan hal-hal duniawi. Kelalaianmu untuk berzikir kepada-Nya lebih buruk daripada
kelalaianmu saat berzikir. Karena meninggalkan zikir sama saja menjauhkan diri
dari Allah, baik secara hati maupun lisan. Berbeda halnya dengan lalai saat
berzikir, meski hatimu jauh dari-Nya, lisanmu tetap dekat dengan-Nya. Oleh
karena itu, kau tetap harus berzikir kepada Allah walaupun lalai saat zikir.
Semoga Allah menuntunmu dari zikir yang disertai kelalaian
menuju zikir yang disertai kesadaran dan konsentrasi. Dari zikir yang disertai
kesadaran hati menuju zikir yang mengantarkan hati masuk ke hadirat Ilahi,
sehingga kau merasa melihat-Nya saat berzikir dan tidak lalai dari-Nya. Dari
zikit yang disertai kehadiran hati, menuju zikir yang meniadakan segala hal
selain Allah, termasuk zikir itu sendiri, tanpa disadarinya, ia keluar dari
zikirnya. Pada saat itulah, Tuhannya akan menjadi lisa yang digunakannya untuk
berbicara. Saat bergerak pun, tangan Tuhannya lah yang bergerak. Saat
mendengar, Tuhannya yang menjadi pendengerannya.
Mungkin kondisi seperti itu tampak tidak masuk akal, tetapi
itu benar-benar terjadi. Kondisi seperti itu hanya bisa diketahui dan dirasakan
oleh para salik. Sekalipun demikian, para ulama sepakat untuk mempercayai dan
meyakininya. Oleh karena itu, jangan sekali-kali mendustakannya sehingga kau
akan binasa bersama orang-orang yang binasa.
Dalam hikmah ini, Ibnu Atha’illah juga melarang murid untuk
putus asa dan merasa tidak mungkin sampai pada maqam semacam itu. Maka dari itu
ia pun menyitir firman Allah, “ Dan yang demikian itu bagi Allah tidaklah
sukar.” (QS Ibrahim :20) karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Seorang
murid hanya wajib melaksanakan sebab-sebab, sedangkan hasilnya menjadi urusan
Allah.
Saturday, October 3, 2015
Sebaik-baik amal adalah amal yang dihasilkan dari sebaik-baik ahwal (keadaan batin) dan sebaik-baik ahwal adalah yang dihasilkan dari kemapanan maqam-maqam yang diraih
.Amal terbaik adalah amal yang terbebas dari factor-faktor
yang membuat sebuah amal tidak diterima, seperti Riya’ dan mengharap keuntungan
duniawi. Amal yang lebih baik lagi adalah amal yang dikerjakan dengan hati
senantiasa hadir di hadapan Allah dan tidak peduli dengan bisikan-bisikan
setan.
Ahwal (keadaan batin) terbaik adalah ahwal yang tergambar
dalam bentuk sikap zuhud terhadap dunia dan ikhlas kepada Allah. Misalnya,
dengan meniatkan amal untuk ‘ubudiyyah kepada Nya semata, bukan untuk mencari
pahala. Ahwal ini didapat dari kemapanan maqam-maqam yang diturunkan ke dalam
hati yang bentuknya berupa makrifat ilahiah yang menyebabkan seseorang
mengabaikan segala keinginan, baik itu keinginan masuk surge maupun keinginan
selamat dari neraka.
Jika seorang murid
berhasil meraih itu, ia akan merasa melihat Tuhannya dengan hatinya.
Dengan begitu, dalam amalnya, ia tidak berharap selain Allah. Buahnya, amalnya
tidak akan terbebas dari segala faktor yang membuat amal tidak diterima. Hikmah
ini merupakan dalil dan penegas hikmas sebelumnya.
Karena sifat-sifat terpuji, biasanya tidak tumbuh kecuali
dari banyaknya zikir.
Subscribe to:
Posts (Atom)